TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DIBLOG SAYA

Minggu, 16 Desember 2012

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

           sistem informasi eksekutif adalah suatu perencanaan jangka panjang yang berorentasi pada kesejahteraan perusahaan yang membantu mereka dalam menerima semua informasi dari subsistem-subsistem fungsional.
pada tingkat eksekutif suatu perusahaan yang paling kritis menurut manajement fayol yaitu merencanakan, mengorganisasikan, menyusun staff, mengarahkan dan mengendalikan.perencanaan juga sangat ditentukan.
          alasan penggunaan sistem informasi eksekutif yaitu informasi dapat diambil dengan mudah dan mendukung keterangan dan pembuatan keputusan kebutuhan dari eksekutif senior dengan menyediakan kemudahan akses terhadap kedua internal dan eksternal keterangan relevan untuk mencapai gol strategis dari organisasi.

5 langkah yang dilakukan eksekutif untuk meningkatkan sistem informasi :
  1. Menyimpan inventarisasi dari transakasi informasi yang masuk.
  2. eksekutif mengkomunikasikan sumber yang bernilai tinggi ke setiap anggota dengan melakukan konferensi.
  3. Mengambil manfaat dari peluang yang dan memperolehnya.
  4. Menyesuaikan sistem dengan kebutuhan perorangan
  5. Memanfaatkan teknologi dan staf pelayan informasi untuk mengembangkan sistem dalam perusahaan sendiri. 
          tujuan dari  sistem informasi eksekutif memerlukan organisasi secara trickle down adalah agar para eksekutif lebih mudah mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.
          sistem informasi eksekutif perlu menyertakan informasi yang dihasilkan komputer karna komputer dapat memenuhi sebagian kebutuhan informasi mereka secara lebih unggul. Dengan menyatukan komputer ke dalam sistem informasi mereka maka peluang baru akan terbuka bagi pengambilan dan analisis informasi yang sebelumnya tidak pernah tersedia pada tingkat eksekutif.

Minggu, 04 November 2012

teknologi masa depan

TEKNOLOGI MASA DEPAN

mungkin kata ini sudah tidak asing lagi terdengar di kehidupan kita yaitu teknologi. setiap apapun dari kehidupan menusia sudah sangat tergantung dengan teknologi.adanya Benda-benda yang mengandung unsur teknologi masa depan yang hanya ditemukan difilm-film mungkin tidak lama lagi akan beredar dan ada disekitar kita. Berikut lima benda masa depan tersebut yang mungkin tidak lama lagi hadir disekitar kita:

1. Invisible Car.
 Adalah mercedes yang baru-baru ini “show-off” kendaraan invisible nya di youtube. Mereka mengatakan, produk nya tidak akan dikomersilkan setidaknya sampai dengan tahun 2014.






2. Space Elevator.


Adalah negara jagoan robot dunia, jepang, yang sedang giat-giat nya mengembangkan sebuah elevator ruang angkasa. Mereka mengembangkan elevator dengan kabin berkapasitas 30 orang, yang akan membawa manusia dari bumi menuju stasiun luar angkasa dalam waktu delapan hari.





3. Driverless Car.




Adalah google si raja search engine yang mengantongi lisensi/paten mobil tanpa pengemudi. Teknologi-teknologi pendukung mobil tanpa pengemudi sudah ada seperti GPS, line departure warning systems dan self-parking feature. Tinggal menunggu waktu saja untuk mewujudkan driverless car tersebut.





 4. Flying Cars. 


Ketika membicarakan masa depan, pasti akan selalu ada tentang mobil yang bisa terbang. Dan ternyata dalam waktu dekat memang hal tersebut akan benar-benar terjadi. Adalah perusahaan yang bernama “terrafugia” yang akan memamerkan mobil terbang mereka pada “New York Autoshow 2012″






5. Mind Reading.


 Adalah IBM, raksasa komputer dunia, yang menjanjikan dalam lima tahun kedepan mereka akan memiliki komputer yang mampu berinteraksi dengan manusia melalui fikiran. Manusia akan memakai headset yang dapat membaca gelombang fikiran dari otak yang kemudian mengirimkannya pada komputer.







SUMBER :  http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2012/03/17/5-teknologi-masa-depan-yang-sedang-diwujudkan/

Jumat, 02 November 2012

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN

Sistem penunjang keputusan adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan.

 Enterprise Resources Planning (ERP)

 ERP adalah Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang terintegrasi dan menyeluruh.
Secara arsitektural dikembangkan berdasarkan modul-modul fungsional yang meliputi seluruh aspek sumber daya di dalam sebuah perusahaan/organisasi.
Secara historis, ERP berasal dari metamorfosis dari MRP (Manufacturing Resources Planning) yang diarahkan untuk kelompok usaha manufaktur.
Seiring dengan perkembangan teknologi, manajerial dan bisnis maka MRP pun berubah menjadi ERP. Istilah ERP sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Gartner Group.
ERP berfungsi memadukan berbagai sistem informasi yang tersebar di masing-masing departemen (unit fungsional) di sebuah lembaga.
Dengan adanya sistem yang terpadu tersebut maka masing-masing unit fungsional dalam lembaga tersebut dapat saling berbagi data dan informasi yang pada akhirnya meningkatkan sinergi antar elemen di perusahaan yang menerapkannya.

 penerapan ERP di PLN

bentuk riil PLN dari rencana ERP adalah mengembangkan IT secara bertahap ditubuh PLN, seperti membangun sistem informasi secara on-line menghubungkan kantor pusat dan kantor cabang yang centralized serta membangun sistem jaringan yang handal untuk mendukung pembangunan Sistem tersebut.

Pada tahap awal penerapan ERP, PLN menerapkan di tiga bidang yaitu: divisi keuangan, divisi logistik dan divisi sumberdaya manusia. Ujicoba Pilot project dilakukan di kantor PLN distribusi Jakarta Raya & Tangerang, distribusi Bali, dan kantor Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban Jawa-Bali.

Dengan pertimbangan khusus, PLN memilih SAP sebagai paket perangkat lunak ERP, dan bekerja sama dengan Accenture sebagai perusahaan konsultan penerapan ERP. Bisnis Proses PLN yang sangat spesifik dan berbeda dari perusahaan listrik di dunia yang lain, maka beberapa modul pada sistem ERP perlu di sesuaikan dengan kebutuhan dari PLN itu sendiri.

Elemen-Elemen Sistem Penunjang Keputusan 

Subsistem Manajemen Data
Subsistem Manajemen Data memasukkan satu database yang berisi data yang relevan untuk situasi dan kondisi. Dikelola oleh perangkat lunak yang disebut Sistem Manajemen Database (DBMS/Data Management System). Subsistem manajemen data bisa diinterkoneksikan dengan data warehouse perusahaan, suatu repository untuk data perusahaan yang relevan dengan pengambilan keputusan. Subsistem manajemen data terdiri dari elemen-elemen berikut ini:
  • Sistem Pendukung Keputusan Database
Database adalah kumpulan data yang saling terkait dan diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, dan dapat digunakan oleh lebih dari satu orang dengan lebih dari satu aplikasi. Pada beberapa sistem pendukung keputusan data ditempatkan pada data warehouse melalui sebuah web server database. Beberapa database dapat digunakan pada satu aplikasi sistem pendukung keputusan dan tergantung pada sumber data. Pengguna menggunakan sebuah browser web untuk mengakses database. Data pada sistem pendukung keputusan diekstrak dari sumber data internal dan eksternal, juga dari data personal milik satu atau lebih pengguna. Hasil ekstraksi ditempatkan pada database khusus atau pada data warehouse perusahaan.

Data Internal
Data yang sumbernya berasal terutama dari sistem pemrosesan transaksi dari dalam organisasi. Contoh umum seperti upah/gaji bulanan, jadwal pemeliharaan mesin, alokasi anggaran, perkiraan terhadap penjualan yang akan datang, biaya produksi, rencana rekruitmen pegawai baru masa mendatang, dan lain-lain.

Data Eksternal
Data yang sumbernya dari luar sistem organisasi, seperti data industri, data riset pemasaran, data sensus, data tenaga kerja regional, regulasi pemerintah, jadwal tarif pajak, data ekonomi dalam negeri, dan lain-lain. Data tersebut dapat berasal dari lembaga pemerintah, asosiasi perdagangan, perusahaan riset pasar, dan lain-lain.

Data Privat
Meliputi petunjuk-petunjuk yang digunakan oleh pengambil keputusan khusus dan penilaian terhadap data dan atau situasi spesifik.

Ekstraksi
Data ekstraksi merupakan hasil kombinasi data dari berbagai sumber termasuk sumber internal dan eksternal.

  • Sistem Manajemen Database
Database dibuat, diakses, dan diperbaharui oleh sebuah DBMS. Kebanyakan sistem pendukung keputusan dibuat dengan sebuah DBMS relasional yang menyediakan berbagai kapabilias.
  • Direktori Data
Direktori data merupakan katalog dari semua data yang berada di dalam database. Direktori ini digunakan untuk mendukung fase intelegensi dari proses pengambilan keputusan karena membantu memindai data dan menidentifikasi area masalah atau peluang-peluang. Direktori ini sama seperti semua katalog lainnya, mendukung penambahan entri baru, menghapus entri, dan mendapatkan kembali informasi mengenai objek-objek khusus yang ada di dalam database.
  • Query Facility
Membangun dan menggunakan sistem pendukung keputusan sering memerlukan akses, manipulasi dan query data. Tugas-tugas tersebut dilakukan oleh query facility, menerima permintaan untuk data dari komponen sistem pendukung keputusan lain, menentukan bagaimana permintaan dapat dipenuhi (konsultasi dengan direktori data jika perlu), memformulasi permintaan dengan detail, dan mengembalikan hasilnya depada pemberi permintaan.
Contoh Elemen Sistem penunjang keputusan :  

  • Model base.
  • Model base management system.
  • Modeling language.
  • Model directory.
  • Model execution, integration, and command.

Elemen-elemen tersebut ditunjukkan secara skematis pada gambar di bawah ini


sumber:
http://cheesterzone.blogspot.com/2011/11/pengertian-sistem-penunjang-keputusan.html
http://www.setiabudi.name/archives/389
http://tsavo4.blogspot.com/2008/09/penerapan-erp-di-pln.html
http://sulung-pd.blogspot.com/2011/03/sistem-pendukung-keputusan.html







Senin, 15 Oktober 2012

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 

1.Contoh Aplikasi SIM Real diinstansi atau Perusahaan :

- Transaction Processing Systems
- Process Control Systems
- Office Automation Systems
- Information Reporting Systems
- Decision Support Systems
- Executive Information Systems

 2.Mengapa di buat Aplikasi di Instansi tersebut :

 - Transaction Processing Systems 

Transaction Processing Systems (TPS) Sistem informasi komputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi

 - Process Control Systems

 digunakan untuk pengontrolan besaran-besaran proses (flow, temperature, pressure, level, etc)Implementasi dari PCS biasanya dengan menggunakan DCS (Distributed Control System). Contoh merek2 DCS yang cukup populer adalah: Yokogawa Centum, Foxboro I/A, Honeywell Experion/TPS/TDC, Siemens S7/PCS7, etc

  - Office Automation Systems


 Tujuan dari OAS ini adalah mengurangi penggunaan kertas (paperless), peningkatan kecepatan, ketepatan, keamanan kerja di kantor dan meningkatkan produktivitas kerja. Untuk mencapai tujuan OAS digunakan penggabungan berbagai teknologi IT (teknologi komputer dan internet).
OAS dimulai tahun 1960-an, ketika IBM mulai memasarkan komputernya kemudian OAS mulai berkembang tahun 1970-an. OAS mencakup semua sistem komunikasi formal & informal dari orang didalam maupun diluar perusahaan. Secara garis besar OAS mencakup penggunaan :
  1. Komunikasi informasi
  2. Sistem elektronik (penggunaan komputer dan pelengkapnya)
  3. Penggunaan internet

 - Information Reporting Systems

 Information reporting systems (IRS) menyediakan informasi produk bagi manajerial end users untuk membantu mereka dalam pengambilan keputusan dari hari ke hari. Akses data IRS berisi informasi tentang operasi internal yang telah diproses sebelumnya oleh transaction processing systems. Informasi produk memberi gambaran dan laporan yang dapat dilengkapi (1) berdasarkan permintaan, (2) secara periodik, atau (3) ketika terjadi situasi pengecualian. Sebagai contoh, manajer penjualan dapat menerima laporan analisa penjualan setiap minggunya untuk mengevaluasi hasil penjualan produk.

  - Decision Support Systems

 sebagai “second opinion” atau “information source” yang dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan sebelum seorang manajer memutuskan kebijakan tertentu. Pendekatan yang paling sering dilakukan dalam proses perancangan sebuah DSS adalah dengan menggunakan teknik simulasi yang interaktif, sehingga selain dapat menarik minat manajer untuk menggunakannya, diharapkan system ini dapat merepresentasikan keadaaan dunia nyata atau bisnis yang sebenarnya.

- Executive Information Systems

 Executive Information System (EIS) adalah sistem computer-based yang membantu executive dalam mengakses data dan informasi untuk mengetahui suatu permasalahan, meneliti solusi yang akan diberikan, dan menunjukkan proses strategic planning.

DataYang Dibutuhkan Dalam EIS
  1. Data terintegrasi dari berbagai database, student, finance, personnel, dibutuhkan untuk menganalisa dari berbagai sudut pandang.
  2. Kadang-kadang, executive membutuhkan data dari database on-line (ex. Kurs mata uang).
  3. Data lengkap yang berisi rangkuman data secara keseluruhan.
  4. Data eksternal (informasi umum).
  5. Record data sebelumnya.
EIS Dalam ESS (Executive Support System)
EIS adalah inti dari Executive Support System (ESS). ESS dapat dibagi menjadi 3 bagian utama, yaitu :

  • Mental Modelling => Proses perancangan EIS, untuk mengidentifikasi faktor critical succes, data, informasi, dsb.
  • EIS => Orang atau teknologi yang memberikan data kepada executive dan mengubahnya sebagai informasi.
  • Office Automation Support => Semacam alat komunikasi executive dengan staff untuk berinteraksi dalam pengambilan keputusan.

     

3.Elemen penunjang SIM 

 a)   Sistem Administrasi dan Operasional
Sistem administrasi akan mengoprasikan prosedur-prosedur
yang lengkap dan teliti agar perubahan di perusahaan tersebut
terinci dengan baik
b)   Sistem Pelaporan Manajemen
Laporan manajemen adalah laporan-laporan lengkap yang sudah
ditentukan oleh keputusan manajer melalui sistem untuk
perusahaan tersebut, sehing manajer akan lebih muda menyampaikan
keputusannya.
c)    Sistem Database
Sistem database adalah tempat untuk menyimpan data dan informasi
melalui sistem agar berkembangnya perusahaan tersebut.Perusahaan
akan menjadi salah satu perusahaan yang berkembang dengan cepat.
d)   Sistem Pencarian
Sistem pencarian berfungsi untuk mencari data atau informasi yang
dicari dalam bentuk  tidak terstruktur, dengan begitu orang yang
mencarinya dapat mengetahui keputusan di dalam perusahaannya.
e)   Manajemen Data
Sistem manajemen ini digunakan untuk sarana penghubung komponen-
komponen yang dapat dicari melalui database dengan masing-masing
informasi pada komponen, sehingga perusahaan dengan mudah
mencari data.

 

4.Definisi SIM

adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.

Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang sama. Parapemakai biasanya membentuk suatu entitas organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya.

 

 http://sttdb.wordpress.com/2009/12/04/pengertian-tps-transaction-processing-systems/ http://www.gudangmateri.com/2010/07/pengertian-sistem-informasi-manajemen.html  http://edohwulandari14.blogspot.com/2009/01/materi-office-automation-system.html http://boimcontrol.wordpress.com/category/control-systems/page/2/

http://tugaspariwisata.blogspot.com/2010/02/sistem-informasi-untuk-operasi.html
http://ivaninternisti.wordpress.com/2010/01/18/pengertian-sistem-informasi-manajemen-sim/

 

Kamis, 28 Juni 2012

Nissan Indomobil PT. Wahana Sejaya



PT.INDOMOBIL TRADA NASIONAL - NISSAN merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif yang sudah menggunakan sistem e-business untuk mendukung proses bisnisnya. Penggunaan sistem ­e-business pada perusahaan otomotif merupakan kebutuhan yang sangat penting karena perusahaan ini memiliki cabang yang tersebar diseluruh Indonesia bahkan bekerjasama dengan yang ada di luar negeri sehingga sangat membantu proses penyaluran informasi dan penjualan produk ke seluruh bagian di dunia. Melalui e-business, PT. INDOMOBIL TRADA NASIONAL - NISSAN dapat berkolaborasi secara lebih kreatif, mengatur bisnis operasi dan sumberdaya lebih efektif, serta dapat bertahan di era saat ini dimana perubahan ekonomi sangat cepat.


SEJARAH NISSAN

Era 60

Nissan pertama kali masuk secara resmi ke Indonesia pada tahun 1969 dengan nama Datsun melalui Agen Tunggal PT Indokaya yang didirikan oleh H. Abdul Wahab Affan bersama dengan saudara-saudaranya.

Jenis kendaraan yang diproduksi pada tahun itu adalah pick up, multi purpose (jip) dan sedan dengan produksi rata-rata 750 unit/bln yang dipasarkan di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lampung, Bengkulu, Palembang, Padang, Balikpapan, Ujung Pandang, Medan dan Menado.

Era 70

Pada tahun 1974 PT Indokaya memproduksi Datsun Sena yang penggunaan kandungan lokalnya mencapai 75 % guna memenuhi anjuran pemerintah untuk menjalankan program lokalisasi bagi kendaraan roda empat. Produksi rata-rata 250 unit per bulan.

Era 80

Pada tanggal 14 April 1981, keagenan tunggal Datsun dipegang oleh PT Wahana Wirawan. Produksi awalnya adalah Multi Purpose Vehicle (Jeep Nissan Patrol 2800cc 4WD) dan sedan Nissan Laurel, Sunny dan Stanza (khusus untuk taksi). Disamping menjual kendaraan Nissan kepada umum, PT Wahana Wirawan juga memasarkan kendaraan taksi di seluruh Indonesia.

Pada tahun 1984 dibentuk perusahaan baru bernama PT Nayaka Wirawan yang berfungsi sebagai Sole Distributor sedangkan PT Wahana Wirawan sendiri tetap sebagai pemegang Agen Tunggal Nissan di Indonesia.

Akhir tahun 1986, PT Nayaka Wirawan dijual kepada Indomobil Group dan tahun 1989 PT Nayaka Wirawan dibubarkan dan selanjutnya didirikan PT Indocitra Buana pada 23 November 1989.

Era 90

Daerah pemasaran Nissan meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya untuk sedan dan jeep.
Pada tahun 1989 kendaraan yang dipasarkan adalah jenis sedan seperti Nissan Sentra dan Cefiro. Nissan Sunny dijual khusus untuk taksi menggantikan Nissan Stanza.

Dengan perjalanan waktu terjadi perubahan model yaitu Nissan Sentra diganti dengan Nissan Genesis.
Pada ssat itu, Nissan belum memiliki Assembling Plant sendiri, unit-unit CKD masih di assembling di Volvo ISMAC yang berlokasi di Ancol, akan tetapi mengingat kapsitas penjualannya meningkat, yaitu rata-rata 400 unit per bulan, Indomobil bekerjasama dengan Marubeni dan Nissan Motor Co. Jepang memutuskan untuk mendirikan Assembly Plant sendiri dengan nama ISMAC Nissan Manufacturing atau disingkat INM di Cikampek Jawa Barat. Perusahaan ini bersama-sama dengan Nissan Motor Co. Jepang merencanakan mendirikan Manufacturing Engine dipakai di dalam negeri dan diekspor kembali ke Jepang.

Mengingat kapasitas produksinya yang tinggi, maka selain kendaraan Nissan, INM juga memproduksi Kendaraan merk lainnya seperti Volvo, SsangYong, VW dan lain-lain.
Untuk pemasaran Nissan di Indonesia, PT Indocitra Buana mengangkat beberapa penyalur dan bengkel Nissan di beberapa kota di seluruh Indonesia.

Pada 26 Agustus 1997 dengan tujuan untuk mengembangkan bisnis retailer di Nissan Group, didirikanlah PT Indomobil Trada Nasional atau disingkat dengan PT INTAN. Meskipun secara hukum perusahaan tersebut telah didirikan semenjak tahun 1997, namun karena kondisi krisis ekonomi yang melanda Indonesia secara umum, PT Indomobil Trada Nasional baru aktif beroperasi pada Januari 2000.

Pada 1 November 1999, PT Indobuana Autoraya resmi bergabung dengan Nissan Group. Pendirian PT Indobuana Autoraya melengkapi struktur perusahaan dalam group Nissan Ssangyong menjadi sebagai berikut :

PT Wahana Wirawan sebagai Agen Tunggal dan Pemegang Merk Nissan
PT Indocitra Buana sebagai Sole Distributor Merk Nissan
PT Indomobil Trada Nasional sebagai Sales Operation (Retailer)
PT Indobuana Autoraya sebagai Agen Tunggal dan Pemegang Merk SsangYong.
Namun kerjasama ini berakhir setelah pihak Nissan Jepang menjadi pemegang saham mayoritas dan pengelolaan bisnis SsangYong dijalankan oleh Indomobil Volvo pada Oktober 2001.

Era 2000

Saat ini PT Indomobil Trada Nasional mengkhususkan diri pada jenis usaha perdagangan kendaraan bermotor baik New Cars maupun Used Cars, Accessories Shop, maupun bengkel perwakilan Nissan.

Kantor Cabang yang dimiliki PT Indomobil Trada Nasional adalah :
Sunter (3s)
Halim (1s) sebagai bengkel perwakilan Nissan
MT Haryono (1s) khusus showroom
Pondok Indah (3s)
Pantai Indah Kapuk (3s)
Kebon Jeruk (Showroom mobil baru dan bekas, accessories shop)

Pada pertengahan tahun 2001 dengan telah bergabungnya Nissan dengan Renault secara Internasional, maka di Indonesia pun dijalinlah kerjasama antara Indomobil Group dalam hal ini diwakili oleh PT Auto Euro Indonesia dan Renault Perancis untuk memasarkan kendaraan Renault di Indonesia dengan dukungan awal manajemen, jaringan pemasaran dan layanan purna jual Nissan.

Saat ini, struktur perusahaan Nissan adalah sebagai berikut :

PT Nissan Motor Indonesia sebagai Agen Tunggal dan Pemegang Merk Nissan
PT Nissan Motor Distributor Indonesia sebagai Sole Distributor Merk Nissan
PT Wahana Wirawan sebagai Sales Operation (Join penyalur)
4. PT Indomobil Trada Nasional sebagai Sales Operation (Retailer)
5. PT Auto Euro Indonesia sebagai Agen Tunggal dan Pemegang Merk Renault.

Untuk kedepannya, Nissan semakin optimis dapat memperluas pangsa pasarnya di Indonesia dengan dukungan penuh dari Nissan Jepang selaku pemegang saham terbesar, produk-produk Nissan unggulan, jaringan pemasaran yang semakin luas dan dukungan dari para pencinta kendaran Nissan sendiri yang selama ini merasa puas atas pelayanan purna jual Nissan.

LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

Seiring dengan kemajuan teknologi di masa kini, berpengaruh pula dengan
kemajuan pertumbuhan kendaraan bermotor di negara Indonesia. Sampai dengan saat
ini jumlah kendaraan bermotor di seluruh Indonesia telah mencapai lebih dari 20 juta
yang 60% adalah sepeda motor sedangkan pertumbuhan populasi untuk mobil sekitar
3-4% dan sepeda motor lebih dari 4% per tahun (data dari Dep. Perhubungan). Menurut
data terakhir dari Gaikindo pertumbuhan pasar penjualan kendaraan baru untuk roda 4
naik hampir 25 % pada tahun 2003. Sedangkan pertumbuhan pasar penjualan sepeda
motor naik hampir 35 % pada tahun 2003. Setelah melewati tahun 2010 yang sarat
dengan gairah optimisme, industri otomotif Indonesia mulai kembali membakar
semangat memulai tahun 2011. Penjualan mobil pada tahun 2010, terlihat peningkatan
yang signifikan yang mencapai 764.710 unit. Data tersebut membuktikan kekuatan
industri otomotif Indonesia pada tahun 2010, dimana angka penjualan yang tercatat
telah melebihi target Gaikindo sebelumnya yakni 600.000 unit sepanjang tahun 2010.

Otomotif sebagai sarana bidang transportasi yang berfungsi dalam upaya
memenuhi tuntutan ekonomi di jaman teknologi sekarang ini yang mana tingkat dari
kebutuhan dan waktu dituntut agar mencapai nilai efisiensi dan efektifitas kehidupan.
Otomotif merupakan kendaraan paling umum dan banyak yang beredar di jalan pubik
dan mampu beradaptasi di berbagai permukaan. Sudah hampir 100 tahun lebih
kehidupan manusia dibantu oleh teknologi otomotif. Otomotif kendaraan bermotor
sangat membantu manusia dalam menjalani tugas/ profesi dan kewajibannya. Otomotif
merubah dunia selama abad ke-20. Pabrik, penjualan, perawatan otomotif telah menjadi
kunci utama dalam industri ekonomi.
Mobil, salah satu jenis kendaraan bermotor yang telah mengalami perkembangan
yang sangat pesat. Meskipun harganya jauh lebih mahal dari jenis kendaraan bermotor
lainnya, mobil seakan menjadi alat transportasi yang menjadi tujuan seseorang dalam
perjalanan status ekonominya. Berbagai macam merk mobil bermunculan. Pabrikan –
pabrikan pembuat mobil seakan berlomba satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan
penggunanya. Beberapa merk mobil yang terkenal di Indonesia pada umumnya berasal
dari Jepang seperti Toyota, Honda, Nissan, Mitsubishi, Daihatsu, Suzuki, Mazda, dan
lain-lain.

PROFIL PT. INDOMOBIL TRADA NASIONAL – NISSAN
Visi
Nissan : Memperkaya kehidupan setiap individu.

Misi
Nissan menyediakan produk dan jasa otomotif secara unik dan inovatif yang menghasilkan nilai keberhasilan yang tinggi bagi semua pengguna kendaraan dengan aliansinya bersama Renaults.

Nissan Way
Nissan Way adalah kebiasaan berpikir (mindset) dan bertindak (action) yang diharapkan dari seluruh karyawan Nissan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.

Nissan Way terdiri dari pesan inti Kekuatan berasal dari dalam, Fokus adalah pelanggan, Kekuatan yang mendorong adalah menciptakan dan Ukuran kesuksesan adalah keuntungan.

10 kata kunci dalam Nissan Way :
Mindset :
1. Cross Functional & Cross Culture
2. Transparent
3. Frugal
4. Learner
5. Competitive
Action :
1. Motivate
2. Commit & Target
3. Perform
4. Measure
5. Challenge

CONTOH PRODUK NISSAN CAR’S

Nissan March

 

Nissan March merupakan mobil Hatchback kecil yang diproduksi oleh perusahaan Jepang, Nissan sejak tahun 1982 untuk pasaran Eropa. Nissan March atau yang juga disebut Nissan Micra pertama kali diluncurkan tahun 1982.

Nissan Silvia


Nissan Silvia adalah mobil sport kompak berpenggerak roda belakang buatan Nissan Motors, Jepang. Generasi pertama Silvia hanya dibuat dalam jumlah yang sedikit dalam waktu singkat pada tahun 1960-an. Pada pertengahan tahun 1970-an sampai 2002, Silvia diproduksi massal.

Nissan Primera

Nissan Primera adalah mobil kelas menengah yang diproduksi oleh Nissan sebagai pengganti dari Nissan Stanza. Primera diproduksi antara tahun 1990 dan 2006 untuk pasar utama Jepang dan Eropa. Mobil ini juga dirakit di Inggris. Sedangkan di Amerika Serikat, Primera dipasarkan dengan nama Infiniti G20. Primera hadir dalam bentuk sedan 4 pintu, hatchback 5 pintu, dan station wagon, sedangkan G20 hanya sedan.

PROSES BISNIS
1.      Customer Relationship Management (CRM) pada PT.INDOMOBIL TRADA NASIONAL – NISSAN
CRM didefinisikan sebagai strategi bisnis yang secara pro aktif membangun pengaruh atau preferensi untuk sebuah organisasi dengan individu pegawai, saluran distribusi dan pelanggan, yang berakhir dengan ketahanan (retention) dan kinerja yang meningkat.
Cikal bakal CRM berasal dari pemasaran hubungan (relationship marketing) yang sudah digunakan sejak pertengahan abad ke-20, dimana tujuan akhrinya adalah kepuasaan pelanggan dan kepuasaan tersebut dicapai melalui nilai (value) bagi pelanggan. Dengan sentuhan manajemen, konsep relationship marketing ini dikenal dengan nama Customer Relationship Management atau disingkat CRM. Sentuhan manajemen diperlukan didalam relationship marketing agar hubungan antara semua unsur yang terkait dapat bertahan lama (long term relationship). CRM melingkupi semua aspek yang berhubungan dengan calon customer dan customer saat ini, termasuk di dalamnya adalah pusat panggilan (call center), tenaga penjualan (sales force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan (field service).
Tiga fase siklus pelanggan dari CRM adalah akuisisi pelanggan, peningkatan pelayanan kepada pelanggan dan mempertahankan pelanggan. Masing-masing dari fase ini mempunyai pengaruh terhadap hubungan dengan pelanggan, dengan tujuan untuk membuat hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.
·         Mengakuisisi pelanggan baru atau acquire adalah strategi untuk menarik pelanggan baru. Dilakukan melalui promosi terhadap produk / jasa. Tujuan utama dari fase pertama ini adalah membangun basis awal yang kuat bagi pelanggan yang setia kepada produk/jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Tidak ada fase kedua dan ketiga apabila fase pertama ini gagal dan tidak memberikan basis yang kuat dalam pemikiran pelanggan.
·         Meningkatkan nilai tambah kepada pelanggan yang telah ada atau enchance adalah strategi untuk meningkatkan nilai bagi pelanggan. Nilai tambah itu berupa penawaran produk / jasa dengan kualitas yang lebih baik. Menjaga dan meningkatkan kepuasaan pada fase ini penting, karena pada fase ini pelanggan sedang menggunakan semua yang menjadi produk / jasa dari perusahaan.
·         Mempertahankan pelanggan untuk selamanya atau retain adalah strategi agar pelanggan dapat kembali lagi dan dia akan membawa teman-temannya untuk mencoba. Mempertahankan lebih dipusatkan pada kemampuan untuk mengadaptasi pelayanan kepada apa yang diinginkan pelanggan, bukan apa yang diinginkan pasar.
Beberapa proses CRM, antara lain :
1.      Mengidentifikasi Customers
Informasi adalah pengerak CRM. Perusahaan mendapatkan informasi mengenai individual customers dari berbagai sumber seperti, force, customers service ecounter, bar code scanners dan website. Semakin banyak informasi yang dimiliki perusahaan, semakin baik nilai yang bias disediakan bagi customers dan calon customers dalam hal keakuratan, ketepatan waktu dan dapat memberikan penawaran yang masuk akal.
2.      Membedakan Customers
Customers memiliki perbedaan kebutuhan. Internet memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan informasi untuk mengidentifikasi berbagai kesamaan maupun perbedaan individu dan kelompok, kemudian menggunakannya untuk meningkatkan keuntungan.
3.      Menyesuaikan Marketing
Interaksi dengan customers adalah suatu yang memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan membedakan, serta untuk mengevaluasi keefektifan hasil penyesuaian marketing.
CRM memberikan beberapa manfaat seperti:
·         Membantu perusahaan / organisasi sehingga memungkinkan bagian marketing untuk mengidentifikasi secara tepat pelanggan / relasi mereka, mengatur bagian marketing dengan tujuan dan sasaran yang jelas serta meningkatkan kualitas bagian marketing.
·         Membantu perusahaan / organisasi untuk meningkatkan kinerja dengan mengoptimalkan sharing informasi oleh beberapa pegawai dan mempersingkat proses yang ada.
·         Memungkinkan bentuk hubungan personal dengan pelanggan / relasi dengan tujuan meningkatkan kepuasaan pelanggan / relasi dan memaksimalkan keuntungan yang didapat; mengidentifikasi pelanggan / relasi yang potensial dan memberikan mereka service yang lebih dibandingkan pelanggan / relasi lainnya.
·         Memberikan informasi kepada pegawai lainnya untuk mengetahui secara pasti pelanggan / relasi mereka, mengetahui kebutuhannya dan membangun hubungan yang efektif antara perusahaan / organisasi, pelanggan / relasi dan partner pendukung lainnya.

STRATEGI PEMASARAN
Strategi pemasaran terdiri dari campuran unsur-unsur yang dinamakan bauran pemasaran semua itu dikenal dengan 4P yaitu:
·         Produk apa yang dibeli pelanggan untuk memuaskan kebutuhannya
·         Promosi berhubungan dengan semua cara yang mendorong penjualan
·         Place berhubungan dengan cara mendistribusikan produk secara fisik kepada pelanggan melalui slauran distribusi
·         Price terdiri dari semua element yang berhubungan dengan apa yang dibayar oleh pelanggan
Sumber :